Minggu, 06 April 2008

Pilkada Sawahlunto Menghitung Hari

PADANG,EMPAT puluh tiga hari lagi genderang demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Sawahlunto bakal ditabuh, Tiga pasang calon termauk Walikota Amran Nur dan Wakil Walikota fauzi Hasan bakal bertarung memperebutkan 37.907 Suara yang tersebar pada empat kecamatan yakni Kecamatan Silungkang, Kecamatan Lembah Segar, Kecamatan Barangin dan Kecamatan Talawi.
"Kecamatan Talawi bakal jadi rebutan kandidat karena suara terbesar berada di situ,"ujar anggota KPUD Fira Hericel, S. Sos dihubungi jurnal nasional Minggu (6/4).
Tak hanya KPUD yang disebutkan, pihak Polres kota ini juga telah emnggelar simulasi pengamanan Pilkada di kota arang tersebut.
Menurut Kapolres AKBP Ansyori Arifin, dia mengerahkan duapertiga kekuatan polisi di kota tersebut.. Bahkan saat kampanye dan pencoblosan pihak Kapolres sudah minta pasukan BKO dari Polda Sumbar.
"Konsekuensi demokrasi, sebenarnya proses pengamanan tanggung jawab bersama, tapi kami tak mau lengah dan telah minta tim sukses kandidat maupun amsyarakat untuk sama-sama menjaga demi Pilkada berlangsung baik dan kondusif,"jelasnya.
Menjaga situsia kota tetap kondusif, Ansyori meyakinkan akan mengerahkan seluruh kemapuan maksimal anggotanya. Juga minta bantuan tambahan personil ke Polda Sumbar.Perhitungan saat ini pihak polisi mengerahkan dua pertiga kekuatan Polresta.
"186 personil kita siapkan untuk pengamanan tersebut. Sedangkan untuk pengamanan kampanye dan pada waktu pelaksanaan pemilihan, saya akan minta bantuan ke Polda Sumbar sebanyak satu pleton Dalmas dan satu pleton Brimobda,"jelasnya.
Sementara itu, deklarasi damai dan kampanye pasangan calon Wako dan Wawako dilaksanakan pada Kamis (10/4) mendatang, selain dua pertiga anggota Polresta juga akan dibantu dengan kompi siaga dari Polres tetangga yaitu Polres Solok, Polres Sijunjung dan Polres Tanahdatar.
Data pemilih yang dikeluarkan KPUD Sawahlunto, disampaikan Fira, untuk Kecamatan Silungkang jumlah pemilih sebanyak 6667 pemilih, 3244 pemilih laki-laki dan 3423 pemilih perempuan, kecamatan Lembah Segar terdapat 8699 pemilih yang terdiri dari 4190 pemilih laki-laki dan 4509 pemilih perempuan, Kecamatan Barangin 11253 pemilih yang terdiri dari 5416 pemilih laki-laki dan 5837 pemilih perempuan dan Kecamatan Talawi 11288 pemilih yang terdiri dari 5497 pemilih laki-laki dan 5791 pemilih perempuan.
"Total pemilih yang telah terdaftar di kota Sawahlunto ini adalah 37907 pemilih,"terangnya.
KPUD juga telah embagi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kecamatan Silungkang 16 TPS, kecamatan Lembah Segar memiliki 27 TPS, kecamatan Barangin memiliki 29 TPS dan yang terakhir kecamatan Talawi sebanyak 29 buah TPS.
"Jumlah TPS total pada Pilkada ini 101 TPS,'ungkapnya.
Saat ini kita sedang memfinalkan louncing deklarasi damai pada Kamis mendatang di samping kelengakpan syarat tak pernah dipenjara untuk anggota KPPS.
Sementara pembuatan surat suara untuk Pilkada masih proses kliring gambar. "Kami menargetkan semua urusan logistik selesai minimal 1 minggu menjelang pemilihan dan sudah bisa di distribusikan,"ungkap Fira.
Sementara di Kota Padang, buntut revisi UU 32/2004 tentang Pemerintah daerah dimana calon incumbent harus mundur, disikapi Walikota OPadang Fauzi Bahar dengan positif. "Saya siap mundur sebagai konsekuensi penghormatan saya pada hasil revisi UU 32/2004 tersebut,"ucap Fauzi Sabru malam.
Senada dengan Fauzi, Wakil walikota Yusman Kasim dihubungi terpisah, juga mendukung incumbent mengundurkan diri. "Semangat revisi UU 32/2004 kan untuk kenetralan Pilkada, saya siap mundur pada saat deklarasi pencalonan nanti,"ujarnya. KPUD Padang menargetkan Pelaksanaan Pilkada di kota ini 29 Oktober 2008. "Masih belum ada perubahan jadwal,"ujar Ketua KPUD Endang Mulyani.
Sementara Walikota Pariaman Mahyuddin, juga legewo untuk mundur dari jabatan sekarang ketika maju sebagai calon walikota. "Harus patuh dong, mundur untuk menang,"ungkapnya singkat sambil tersenyum.(adrianpress).

Sumbar Diterjang Flu Burung

PADANG, MERUYAKNYA kasus flu burung di Provinsi Sumbar menyusul ditetapkan satu pasien positif flu burung, Alifa Qansa, 1 tahun 11 bulan, dan dua pasien suspect Etriani 29 tahun dan Afifah 2 tahun. membuat Gubernur Sumbar H Gamawan Fauzi menegur dan meralat pernyataan Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Sumbar Edwardi, pasalnya Kadisnak inisebelumnya, menyebutkan Sumbar bebas flu Burung.
"Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, 2007 memang iya, tapi sekarang awal 2008 saja sudah tiga pasien terkena virus itu dan 1000 ekor unggas di tiga daerah di musnahkan,"ucap Gamawan Fauzi kepada pers Sabtu siang.
Dibagian lain Gamawan Fauzi sendiri telah merespon cepat gejala yang tak baik ini di Sumbar. Dia menggelar rapat mendadak dengan seluruh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan se Sumbar Jumat kemarin di Padang. "Status Sumbar siaga flu burung,"ucapnya
Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar Zulkenedi Said S.Sos menilai, merebaknya aklsus fl;u burung bagi Sumbar bukan hal baru, dia medesak instansi terkait seperti Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan untuk cepat tanggap mengantisipasi penyebarannya.
“Satu kasus muncul jangan dianggap biasa tapi harus segera bertindak. Pemusnahan ternak yang terinfeksi virus sudah tepat dilakukan. Kalau memang itu usaha yang mendukung ekokomi masyarakat, maka harus diberikan kompensasi ganti rugi yang layak,” ujarnya.
Menurut Zul, antisipasi flu burung menyerang manusia jangan terkendala karena dana. Dia menyatakan anggaran bisa disiasati seperti mengajukan pada perubahan APBD Sumbar 2008.
Sementara pasca Afifa Qansa positif flu burung, pihak RSUP M Djamil Padang masih menunggu hasil uji sampel darah dua pasien suspect lainnya yang dirawat di ruangan Isolasi Penyakit Dalam lantai III rumah sakit tersebut.
"Kami masih menunggu hasil detail pemeriksaan sampel darah dari depkes Jakarta,"ucap Kabid Pelayanan Medik dr Irayanti.
Irayanti juga menjelaskan p0erkembangan dua pasien supect Etriani dan Afifah, menurut dia, khusus Etriani kondisinya terus membaik dan hasil Rapid test awal pasien ini memang menunjjuukan gejala negatif flu burung. "Itu sebabnya Etriani tak di infus, cuma dirawat inap saja di ruangan tersebut, smabil menunggu kepastian uji sampelnya,"jelas Ira.
Untuk Afifa, Ira menerangkan terjadi penurunan suhu tubuh dari semula dirawat mencapai 39 derajat Celsius, sekarang turun menjadi 37 derajat Celsius. "Tapi dia masih menderita batuk namun tidak lagi diiringi sesak nafas. Sedangkan jumlah leukositnya juga kembali normal.Membaiknya kondisi pasien, dapat dilihat dari suhu tubuhnya, menderita batuk atau sesak nafas serta jumlah leukosit. Leukosit yang normal mencapai 900 hingga 1000 leukosit sedangkan kejang-kejang sebenarnya bukan merupakan gejala flu burung, namun hal tersebut dapat terjadi diakibatkan karena kondisi tubuh yang semakin lemah,” ujarnya.
Sedangkan pasien positif flu burung Alifah Qassa, Irayanti mengakui kondisinya cendrung membaik, namun berat badan pasien ini menurun drastis, ini diakibatkan saat awal pemeriksaan, Afifah sempat melakukan puasa. Sekalipun dinyatakan positif, Alifah masih terus menjalani pemeriksaan PCR (Polimerace Chain Reaction).
"Melihat kondisinya terus membaik, kemungkinan untuk sembuh dari penyakit ini tidak tertutup. Di perkirakan hasil pemeriksaan PCR akan keluar minggu depan,"jelasnya.(adrianpress)

Jumat, 04 April 2008

PH Tersangka Korupsi Ditahan Jaksa

PADANG,KEJAKSAAN Negeri Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, usai salat Jumat (4/4), menahan penasehat hukum (PH) tersangka dugaan korupsi pada Dinas Kimpraswil Kabupaten Mentawai, Manatap Amberita 43 tahun.
Penasehat hukum tersebut ditahan jaksa setelah diciduk Jumat dinihari di sebuah Hotel di Padang, Sumatera Barat. Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Tua Pejat, Undang Mangopal SH, penasehat hukum itu, ditetapkan sebagai tersangka sejak dini hari tadi dan ditahan siang ini.
"Dia kita sangkakan menghalang-halangi penyidikan jaksa terhadap klienya Asneil Amberita, staff pada Dinas Kimpraswil Mentawai yang diduga terlibat korupsi dana perbaikan jalan dan jembatan tahun 2005 sebesar Rp 2,5 miliar,"ungkapnya.
Undang menerangkan, pihaknya Kamis kemarin menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka Asneil, tapi setelah ditunggu yang bersangkutan tidak datang.
Akhirnya pihaknya menurut Undang, menciduk PH Asneil tersebut. Tak sampai satu jam tersangka Asneil datang menyerahkan diri. "Setelah kita tanya ke tersangka, ternyata dia dilarang penaseheat hukumnya untuk penuhi panggilan jaksa, tak pikir panjang lagi malam itu juga si penasehat hukum, kita tetapkan sebagai tersangka dengan dugaan menghalang-halangi penyidikan dengan ancaman 3 tahun penjara,"jelasnya.
Tersangka Manatap sendiri diperiksa marathon dari dinihari oleh Kasi Pidsus Kejari Nofriandri SH di ruangan 49 Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar.
Sebelum digiring aparat kejaksaan, Undang sempat berdoa dan makan siang, ketika keluar menuju mobil tahanan kejaksaan yang akan mengantarkannya ke LP Muaro Padang, dia membantah semua sangkaan pihak kejaksaan.
"Tidak benar, saya menghalang-halangi pemeriksaan, saya hanya membela klien saya yang tidak bersalah,"jelasnya.
Bahkan, Udnang mengaku penahanan yang dilakukan kepadanya belum diketahui istri dan anaknya di Jakarta. "Tolong pak, saya tak terima ini. Saya sudah lapor ke Persatuan Advocat Indonesia (peradi), kemana nurani advokat Indoensia kalau membiarkan saya ditahan,"ungkapnya dengan menangis di bawah pengawalan ketat petugas jaksa.
Tapi, pihak Kejaksaan Negeri Tua Pejat tak bergeming, Undang bahkan siap menghadapi apapun upaya yang dilakukan Manatap. "Silahkan mau melakukan pra peradilan atau mengadu ke Peradi kita siap menghadapinya,"tegas Undang.
Setengah jam pasca Manatap dilarikan ke LP Muaro Padang, Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar didatangi Pengurus Peradi Cabang Padang. Kehadirannya untuk mempertanyakan perihal penasehat hukum diciduk dan ditahan jaksa.
"Kami ingin mendengar alasan apa yang digunakan pihak kejaksaan menciduk dan menahan seorang penasehat hukum,"ujar Pebrinaldi SH, fungsionaris Peradi Padang, singkat.(adrianpres)

Kamis, 03 April 2008

Sikuai Island Nan Eksotik

PADANG,DUNIA kepariwisataan Padang ibukota Provinsi Sumatera Barat cukup punya banyak pilihan, mulai pantai, pergunungan maupun tempat bersejarah, bahkan kota tua daerah ini juga punya.
Pulau Sikuai ajang wisata pulau yang akan menyapa pelancong dengan sapaan suara gemercik air ombak di hamparan pasir putih.
Pulau Sikuai tak sekedar menyajikan pemandanganan eksotik bagi peloncong, namun pulau ini juga mengkaloborasi pemandangan indah jejeran bukit barisan, du daratan pulau Sumatera bisa id saksikan dari pulau ini.
Pulau Sikuai terletak di Teluk Bungus, sekitar 27 Kilometer arah Selatan pusat Kota Padang, cuma butuh 20 menit dari Pelabuhan Samudra Bungus dengan speed boat.
Bahkan peloncong tak perlu cemas akan keterbatasan alat transportasi, sekarang dermaga Cafe AW Padang siap membawa turis ke pulau tersebut.
Bahkan pulau seluas 40 hektar tersebut, sekarang ini telah menjadi icon resort bahari andalan Kota Padang.
Untuk pergi ke
sana sangatlah mudah dan cepat. Anda bisa berangkat melalui kapal cepat yang disediakan Dermaga Wisata Bahari di Jalan Batang Arau.
Dari sini melewati lautan lepas ke Pulau Sikuai hanya membutuhkan waktu 20 sampai 45 menit. "Eits, sebelum anda berangkat menuju Pulau Sikuai tentu bisa mengisi perut dulu di AW Resto. Lidah anda akan dimanjakan aneka sea food. Mulai dari udang, ikan hingga lobster. Sambil menikmati makan yang disajikan, anda bisa melihat aktivitas nelayan sepanjang Pelabuhan Muara
atau hijaunya Gunung Padang yang dilerengnya bermukim penduduk
kota,"ungkap Andi, pelayan di AW Resto.
Perjalanan membelah laut ke pulau nan eksotik itu, akan memberikan ketakjubam akan keindahan pemandangan laut. Jangan salah kalau perjalanan ke
sana, kapal cepat sering berpapasan dengan perahu nelayan tradisional yang sedang sibuk menangkap ikan atau menebar jaring pukek.
eksotiknya
Sikuai Island jelas akan mengundang tanya, bahwa begitu sempurnnya ciptaan Yang Kuasa. Pasalnya, ketika menjejakan kaki di pulau tersebut, pengunjung disambut dengan bukit yang menjulang di tengah pulau dan deretan bungalo-bungalo yang tersusun rapi seperti semut.
"Mereka akan mengucapkan welcome in
Sikuai Island, pada anda,"ujar praktisi pariwisata Padang Feri Malabar.
Pengelola resort juga sangat memanjakan pelancong, mulai sajian welcome drink, berupa air kelapa muda sangat segar menyejukan dahaga setelah melakukan perjalanan.
Pulau Sikuai meski dikelola secara profesional tapi keasrianya
dan kebersihan, serta hutan alam yang belum terusik terus dipertahankan sehingga ini jadi trade mark tersendiri dari Sikuai.
Hempasan ombak di batu karang, dan suara-suara khas hutan yang terdengar, semakin membuat keromontisan para peloncong yang sehari disibukan beraneka aktifitas.
Belum lagi pasir putih laksana mutiara di sepanjang pantainya dan laut biru dengan ombak yang tenang jauh dari polusi laut. Bahkan air laut nan jernih memungkinkan pelancong melihat ikan menari-nari di karang bak melihat di aquarium.
Di tengah pulau terlihat bukit kecil, di puncaknya ada sebidang tanah lapang, bernama
Sunset Plaza. Di sini, setiap sore pengunjung bisa menyaksikan matahari tenggelam.
Atmosfir Sikuai yang tenang, nyaman, dan jauh dari kebisingan
kota membuat anda malas kembali ke rumah. Jangan khawatir, pulau ini punya resort yang memiliki 52 bungalo sederhana, dengan pengelola profesional di bidang wisata bahari yakni New Sikuai Island Resort.
"Anda pun dapat melakukan berbagai aktivitas di pulau ini. Di sini, anda bisa mengobati rasa jenuh atas rutinitas sehari-hari. Di pagi hari, bisa jogging dengan track yang tersedia sambil menyaksikan binatang khas Sikuai, seperti biawak, monyet dan beraneka ragam jenis burung. Anda pun juga dapat menikmati keindahan sekeliling pulau,"ungkap Ridwan.
Siang hari katanya, anda bisa berenang ditemani ikan bewarna-warni sambil menyaksikan terumbu karang. Atau anda dapat melakukan aktivitas, seperti mengendarai jetski, bola volly, sepeda, atau berkeliling pulau, main bola kaki. "Pokoknya, fasilitas di pulau ini lengkap kami persembahkan untuk anda. Dan jangan lupa, jika ke sini jangan hanya menjamahi daerah pantainnya, cobalah untuk berjalan atau berpetualang ke bukit. Di
sana akan terlihat susunan pulau-pulau kecil yang bertebaran. Dengan pesona laut biru yang mampu menghadirkan ketenangan di hati,"ungkap Ridwan.
Lalu jelang malam, anda disuguhkan satu lagi keagungan Illahi yakni sunset (matahari terbenam). "Makin melengkapi keromantisan dan eksotiiknya Sikuai, malam hari pun anda dapat menikmati makan malam di Lumbo-lumbo Restauran yang diiringi live musik alam,"jelasnya.
Tak kalah pentingnya, ternyata di pulau ini juga telah dipasang alat pendeteksi gempa dan tsunami. Alat tersebut dipasang PSN dan LIPI, bekerjasama dengan California Institute of Technology.
"Insya Allah, anda akan aman di Pulau Sikuai. Selamat menjamahi pulau Sikuai...! Temukan hamparan pasir putih dengan pesona laut biru nan tak berujung. (
adrianpress)

500 Petani Keramba Danau Maninjau Terancam Gulung Tikar

PADANG,ULAH harga pakan ikan selama sebulan mengalami kenaikan sampai tiga kali, berakibat kepanikan sekitar 500 petani keramba ikan di di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar.

Pasalnya tak sebanding lagi cost produksi dengan hasil panen. 500 pelaku usaha keramba ikan pada daerah pinggir Danau Maninjau tersebut dihadang ancaman gulung tikar.
"Baa, kami ndak ka tapakiak, dalam sabulanko se tigo kali harago pakan ikan naik (gimana, kami tak menjerit, selama sebulan ini saja sudah tiga kali harga pakan ternak naik),"ujar St Makmur ditemui jurnal nasional di lokasi usahanya sekitar 130 kilomter dari Kota Padang, Kamis (3/4).
Harga pakan ternak normal dan telah biasa didapat petani selama ini per 50 kilogram sebesar Rp 240 ribu. Tapi awal April harga tersebut mencapai harga tertingi Rp 260 ribu per 50 kilogram.
Akibatnya menurut St Makmur, tak seimbang lagi antara modal yang dikeluarkan dengan hasil panen, soalnya harga ikan setelah dipanen tak ikut naik pasca kenaikan pakan ternak. "Haragonyo hanyo Rp 12.500 per kilogram, dan itu tetap meski harago pakan naik seperti kini ko (Harganya hanya Rp 12.500 per kilogram, tetap sekalipun harga pakan naik sepeti sekarang ini),"terangnya.
Belum lagi masa panen yang perlu waktu lama, padahal sebelumnya hanya butuh tiga bulan panen sekarang memkaan waktu
lima bulan. Kalau begini kondisinya mungkin banyak petani keramba yang bergelut dengan usaha ini gulung tikar dan berganti usaha lain.
St Makmur juga kecewa terhadap respon pemerintah Kabupaten Agam terhadap melonjaknya harga pakan ikan di pasaran. "Alun ado tindakan pamerintah lai doh, kayaknyo apak-apak kito di ateh, indak bisa berbuat banyak manjawek kenaikan harago iko (Belum ada tindakan nyata pemerintah, sepertinya bapak-bapak pejabat tersebut tak berdaya menahan kenaikan harga pakan ini),"ungkapnya dianggukan beberapa masyarakat [petani keramba lain di daerah tersebut.
Menurut, St Makmur, jika tetap bertahan dengan usaha keramba ikan ini, tentu harga jual mesti disesuaikan dengan harga produksi, kendalanya orang tak mau membeli. "Pantasnya harga ikan hasil panen sekarang ini Rp 13500 per kilogram untuk menyeimbangi harga pakan ikan dan lamanya waktu panen,"ungkap St Makmur geleng kepala seakan menjawab sendiri apa mungkin ada yang beli.
Tapi, St Makmur dan 500 petani keramba lain juga bimbang membuka usaha baru, persoalan klasik selalu menghadang mereka yaitu modal. Akhirnya St Makmur dan kawan-kawan berencana menyurati Menteri Perikanan dan Kelautan di Jakarta, untuk bisa membantu dan peduli terhadap kepedihan usahanya.
"Kalau tidak bisa ditanggulangi pemerintah daerah, apa boleh buat, mungkin, kami akan minta bantuan menteri untuk peduli terhadap kelangsungan usaha kami ini,"tutupnya. (
adrian tuswandi)

Tokoh Dukung Ranperda Inisiatif tentang Pendidikan

PADANG, MEROSOTNYA mutu pendidikan Sumbar dari tahun ke tahun, bukti terakhir hasil pra-UN hanya 60 persen yang bernilai sesuai standar nilai nasional, telah menyebabkan kegalauan DPRD Sumbar.

Padahal, peningkatan anggaran pendidikan yang terus diperjuangkan wakil rakyat pada setiap tahun APBD. Pada 2008 ini sektor pendidikan porsinya 19 persen dari Rp 1,3 trilun total APBD Sumbar.

"Ini kita lakukan untuk mengembalikan zaman emas kejayaan pendidkan ranah Sumbar, di mana satu dekade lalu, Sumbar menjadi barometer pendidikan, yang selalu menjadi pilihan orang luar Sumbar untuk tuntut ilmu ke sini. Di samping menghormati konstitusi negara,"ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar H Asli Chaidir Kamis (3/4).

Akhirnya upaya mengembalikan kejayaan pendidikan dan mengimplemntasikan icon Sumbar daerah industri otak, 31 anggota DPRD Sumbar gagas ranperda inisiatif tentang pendidikan.

Pihak penggagas menurut Asli, telah menyerahkan kepada komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat menjadi leading sektornya. Kalangan Komisi IV menyadari Ranperada ini harus tumbuh dari bawah, wakil rakyat pun membuka ajang olah pikiran dengan tokoh pendidikan di Sumbar, Rabu kemarin.

Terlihat hadir Rektor UNP Z Mawardi dan Pengurus LKAAM Sumbar Bgd M Letter juga ada Pembantu Rektor Unand Elfi Sahlan Zein serta komponen KNPI Sumbar.

Semua tokoh urung rembuk dan merespon positif penggunaan hak inisiatif yang diusung DPRD Sumbar membuat Ranperda tentang Pendidikan. "Ini mimpi kami yang sangat lama, melihat perkembangan pendidikan di Sumbar yang seperti jalan ditempat, semoga saja lewat perda ini. peningkatan mutu pendidikan Sumbar bisa terujud dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun regional,"ujar Z Mawardi.

Tak hanya itu, Rektor UNP ini juga menyanggupi ajang saling mengisi dan melengkapi draft rancangan yang dibuat Komisi IV. "Saya akan bentuk tim kecil di universitas, untuk mengupas tuntas draft rancangan ini yang dimaksudkan melengkapi dan menyempurnakannya,"janji Z Mawardi. LKAAM Bgd M Letter, dia dengan lantang mendesak Komisi IV untuk menyegarakan pembahasan ranperda pendidikan. M Letter menitipkan agar siswa tamatan SD harus bisa salat disamping pandai membaca Al Quran.

"Bisa salat, harus masuk dalam ranperda ini sebab salat adalah tiang dari segalanya untuk membangun keseimbangan intlektual dan spiritual,"harapnya.

Membangun Ranperda inisiatif dari bawah, menurut anggota Komisi IV Syafril A Hadi merupakan terobasan agar hak inisiatif saat menjadi perda tak ada lagi suara sumbang, ini pandai-pandai DPRD saja.

"Pertemuan adalah awal untuk mendapatkan dukungan publik terhadap kerja inisiatif DPRD tersebut,"tutupnya.

Ketua Komisi IV, Guspardi Gaus, menjanjikan mekanisme menampung saran dan pendapat terhadap draft ini tengat waktunya tiga hari dari hari Rabu kemarin.

"Soalnya kita akan menyegerakan pembahasan yang tetap mengikuti mekanisme pembuatan perda, seperti, menjadwalkannya pada Panitia Musyawarah. Saya harap ranperda ini bisa jadi perda paling lambat akhir tahun ini juga,"ungkapnya. (adrianpres)


Kamis, 27 Maret 2008

Pusat Bantu Rp 60 M untuk Normalisasi Sungai

PADANG,Daerah aliran Sungai Batang Kandis dan Batang Anai di Kota Padang terutama di beberapa kawasan di kecamatan Kototangah yang selalu menjadi langgaan banjir. Pasalnya dua sungai itu tak mampu lagi menampung air saat hujan lebat mengguyur.
Tapi dalam waktu secepatnya, menurut Kepala Dinas Pemukiman Wilayah Kota Padang Muzni Zakari dua sungai itu segera dinormalisasi. Pemerintah pusat menurut Muzni telah menyediakan Rp 60 miliar buat normalisasi ke dua sungai tersebut.
“Pemerintah pusat melalui APBN telah mengalokasikan anggaran Rp 60 miliar untuk normalisasi sungai yang ada di Kota Padang. Anggaran ini, kita prioritaskan untuk normalisasi Batang Anai dan Batang Kandis yang sudal lama direncanakan untuk dinormalisasikan,” ungkapnya dihubungi jurnal nasional Kamis (27/3).
Tapi, Muzni juga menegaskan kalau anggaran pusat tersebut akan digunakan untuk menormalisasi sungai lain, termasuk untuk perbaikan tebing-tebing sungai yang telah runtuh.
Pemerintah provinsi dan Kota Padang berkeinginan memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut. “Anggaran normalisasi sungai ini berada di Dinas PSDA Sumbar. Pasalnya, yang melaksanakan proyek tersebut provinsi. Minggu depan, tender normalisasi tersebut dilakukan,” ungkapnya.
Beberapa sungai yang memerlukan penanganan di Kota Padang diterangkan Muzni, Batang Kuranji, Batang Belimbing, Batang Beringin, Batang Limau Manis, Batang Arau, Batang Kasang, Batang Guo, Batang Kandis, Batang Anai dan lainnya.
Namun anggaran sebesar Rp 60 miliar tersebut, pemerintah akan menggunakannya untuk sungai yang mendapat prioritas terlebih dahulu.
Diakuinya, anggaran sebesar itu belum memadai untuk menormalisasi semua sungai yang membutuhkan normalisasi.
"Butuh Rp 1 triliun untuk semua sungai itu. Namun demikian, Padang tetap bersyukur, pemerintah pusat telah mau menganggarkan untuk normalisasi ini,"jelasnya.
Muzni juga tak menapik proyek normalisasi dua sungai tersebut, dilapangan mengalami kendala terkait pembebasan tanah. Dia berharap masyarakat pemilik tanah dapat mendukung program pemerintah ini, karena hal ini untuk pengendalian banjir.
Sementara menurut Kabag Pertanahan Setdako Padang, Fatyuddin menyatakan saat ini pihaknya terus berupaya membebaskan tanah untuk normalisasi Batang Anai-Kandih yang belum tuntas. Tahun lalu sepanjang 1 km telah dituntaskan, pembebasan dilanjutkan tahun ini.
“Pembebasan tetap berlanjut, tahun ini kita kembali akan bebaskan. Provinsi telah memberikan data ke kita lahan mana yang harus dibebaskan, tetapi berapa panjang lahan tersebut masih di survei, semoga saja warga tak keberatan tanahnya dibebaskan buat keperluan penangulangan banjir di kota ini”harapnya. (adrianpress)